pict by : pixabay.com
Assalamualaikum Wr. Wb
Hai guysss!!! Aku mau berbagi tips nih caranya jadi Remaja
atau dalam kamus viral medsos disebut A-be-ge yang smart, and 4.0 doing start. . Menurut sumber
nih guys, remaja Abg dibagi menjadi dua tahap yaitu, Remaja Awal rentang usia
12/13 (bagi perempuan) dan 17-18 (bagi laki- laki), Remaja akhir rentang usia
17/18 ( bagi perempuan ) dan 21/22 (bagi laki-laki)
Nah, di usia remaja seperti ini mulai menuju kedewasaan,
sikap atau perilakunya mulai berubah seiring waktu. Apa saja sih, tips buat
jadi Remaja Abg smart, 4.0 doing start? Yuk simak sampai akhir guys…
Sikap yang perlu diperhatikan, gini guys sedikit tips nih
buat orang tua juga. Tumbuh itu wajar, dan kekhawatiran itu wajar. Dua duanya
nggak bisa di pisahin. Kalo orang tua mengikuti perkembangan anaknya, itu lebih baik loh guys. Daripada men-judge,
curiga mulu ke anaknya.
1. Remaja ABG mau kebebasan yang wajar.
Wajar nih ya, kadang remaja abg
itu labil, karena dalam masa ini mereka mau cari jati diri mereka yang
sebenarnya. Ya masa sih jati diri itu bisa datang kalo kita cuma diem aja? BIG NO lah ya. Dengan melatih apapun
yang kita senangi, melatih apapun yang udah jadi hobi kita. Itu bisa jadi
sebuah potensi loh yang mungkin masih terpendam dan dia memberontak ingin
ditunjukkan ke orang lain.
Buat parents nih, nggak semua potensi bisa ditutupi. Jadi, anak juga mau
kebebasan menunjukkan potensi. Aku ngerti sih, kekhawatiran kalian. Mungkin
kalian khawatir kalo anak terjerumus ke hal hal
negatif. Dari banyak pengalaman yang aku dapet nih, banyak remaja abg
nakal dan salah pergaulan karena orang tua mereka sendiri. bisa jadi broken
home atau sejenisnya. Coba di renggangkan kekhawatirannya tapi jangan dilepas,
khawatir boleh. Asal jangan over. okay.
Nah, buat remaja abg sendiri nih,
coba deh yang banyak bohong mulai jujur sekarang terutama soal potensi kalian. Harus
mulai menjaga kepercayaan parents. Jaga kepercayaan parents aja susah, apalagi
jaga kepercayaan dia. Wkwkwkw.
TERUS APA HUBUNGANNYA SAMA ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 SIH?
Gini ya manteman, Remaja abg itu termasuk usia produktif
yang nantinya bakal jadi Sumber Daya Manusia bagi Indonesia pada persaingan
revolusi industri 4.0, So, harus dilatih dong dari sekarang memanfaatkan
digitalisasi yang ada. Siapa sih yang tidak kenal yang namanya
Handphone/Gadget? Nah, mungkin yang belum kalian kenal betul adalah pemanfaatannya.
Digitalisasi bisa digunakan untuk melakukan semua kebebasan. Baik itu positif
atau negatif. Aku tau kekhawatiran anak sama orang tua nih.
Pertama, beri aja kepercayaan pada anak kalian, Parents.
Jangan sampe 4.0 juga menghilangkan harmonisasi diantara keluarga. Kedua, jaga
kepercayaan orang tua, guys. Kalo emang ketahuan dampaknya, orang tua bisa
menggunakan aplikasi buat mantau aktifitas anak. Selagi itu positif, maka
dukung mereka. Dan kalo negatif, para parents-lah yang tahu hukumannya.
2. Dukung setiap hobinya.
Main game, hobi nggak sih? Iya,
main game juga termasuk hobi loh. Dari pengalamanku sih, game juga terbukti
bisa menambah kosa kata bahasa Inggris loh. Dengan mempelajari bahasa-bahasa
tersebut bisa mempermudah dalam bahasa pemrograman nantinya. Digitalisasi 4.0
menuntut pada Modern area, banyak inovasi-inovasi baru jika kita banyak
mengenal bahasa computer atau program. Gitu temen-temen.
Eits
But, batasi penggunaannya. Paling nggak 1-2 jam istirahat berturut-turut
setelah penggunaan Handphone, Gadget, video game atau yang berkaitan dengan
elektronika. Karena sinar radiasinya tidak aman jika terus berpacu dengan mata
kita. Kecuali alat yang dilapisi oleh Anti Radiasi. Demi kesehatan kalian
sendiri loh guys.
gimana kalo hobi lainnya?
Kalo hobi lainnya, bisa kok. Melukis, bisa dengan mengadakan pameran via online melalui Live Streaming atau siaran langsung. Menyanyi, banyak ajang yang bisa diikuti untuk menunujukkan potensi, memasak juga bisa berjualan via online, dan banyak contoh lainnya.
Sebenarnya, teknologi di era 4.0 akan menjadi multi-guna apabila digunakan dengan baik dan benar.
3. Jangan Memaksakan Potensi dan Tetap Jaga Keharmonisan Keluarga
Psikis juga perlu di pertimbangkan dalam hal pengembangan remaja. Lebih baik menjadi orang tua yang tegas tapi enjoy, daripada menjadi orang tua yang over dan suka menekan. Apapun potensi yang dimiliki oleh anak, harus lebih digali, dan dikembangkan.
Keluarga juga termasuk organisasi yang harus ada kerjasama di dalamnya jika ingin adanya sebuah keselarasan dalam kehidupan. Hanya saja, disini Ketuanya adalah Ayah selaku Kepala Rumah Tangga. Ibu sebagai BPH atau Badan Pengurus Harian, dan anak anak adalah anggota yang harus tetap terkoordinir dengan ketua maupun BPH.
pict by : edukasi.kompas.com
Mungkin sekian dulu artikel singkat mengenai Remaja ABG Smart, and 4.0 Doing Start
Jangan lupa mampir buat komentar...
