Saturday, October 5, 2019

Remaja ABG Smart, 4.0 Doing Start



Rumah Pintar, Rumah, Teknologi, Multimedia, Tablet
pict by : pixabay.com
  Assalamualaikum Wr. Wb   
     Hai guysss!!! Aku mau berbagi tips nih caranya jadi Remaja atau dalam kamus viral medsos disebut A-be-ge yang smart, and 4.0 doing start. . Menurut sumber nih guys, remaja Abg dibagi menjadi dua tahap yaitu, Remaja Awal rentang usia 12/13 (bagi perempuan) dan 17-18 (bagi laki- laki), Remaja akhir rentang usia 17/18 ( bagi perempuan ) dan 21/22 (bagi laki-laki)
     Nah, di usia remaja seperti ini mulai menuju kedewasaan, sikap atau perilakunya mulai berubah seiring waktu. Apa saja sih, tips buat jadi Remaja Abg smart, 4.0 doing start? Yuk simak sampai akhir guys…
     Sikap yang perlu diperhatikan, gini guys sedikit tips nih buat orang tua juga. Tumbuh itu wajar, dan kekhawatiran itu wajar. Dua duanya nggak bisa di pisahin. Kalo orang tua mengikuti perkembangan anaknya,  itu lebih baik loh guys. Daripada men-judge, curiga mulu ke anaknya.

     1. Remaja ABG mau kebebasan yang wajar.
Wajar nih ya, kadang remaja abg itu labil, karena dalam masa ini mereka mau cari jati diri mereka yang sebenarnya. Ya masa sih jati diri itu bisa datang kalo kita cuma diem aja? BIG NO lah ya. Dengan melatih apapun yang kita senangi, melatih apapun yang udah jadi hobi kita. Itu bisa jadi sebuah potensi loh yang mungkin masih terpendam dan dia memberontak ingin ditunjukkan ke orang lain.
Buat parents nih, nggak semua potensi bisa ditutupi. Jadi, anak juga mau kebebasan menunjukkan potensi. Aku ngerti sih, kekhawatiran kalian. Mungkin kalian khawatir kalo anak terjerumus ke hal hal  negatif. Dari banyak pengalaman yang aku dapet nih, banyak remaja abg nakal dan salah pergaulan karena orang tua mereka sendiri. bisa jadi broken home atau sejenisnya. Coba di renggangkan kekhawatirannya tapi jangan dilepas, khawatir boleh. Asal jangan over. okay.
Nah, buat remaja abg sendiri nih, coba deh yang banyak bohong mulai jujur sekarang terutama soal potensi kalian. Harus mulai menjaga kepercayaan parents. Jaga kepercayaan parents aja susah, apalagi jaga kepercayaan dia. Wkwkwkw.

TERUS APA HUBUNGANNYA SAMA ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 SIH?
Gini ya manteman, Remaja abg itu termasuk usia produktif yang nantinya bakal jadi Sumber Daya Manusia bagi Indonesia pada persaingan revolusi industri 4.0, So, harus dilatih dong dari sekarang memanfaatkan digitalisasi yang ada. Siapa sih yang tidak kenal yang namanya Handphone/Gadget? Nah, mungkin yang belum kalian kenal betul adalah pemanfaatannya. Digitalisasi bisa digunakan untuk melakukan semua kebebasan. Baik itu positif atau negatif. Aku tau kekhawatiran anak sama orang tua nih.
     Pertama, beri aja kepercayaan pada anak kalian, Parents. Jangan sampe 4.0 juga menghilangkan harmonisasi diantara keluarga. Kedua, jaga kepercayaan orang tua, guys. Kalo emang ketahuan dampaknya, orang tua bisa menggunakan aplikasi buat mantau aktifitas anak. Selagi itu positif, maka dukung mereka. Dan kalo negatif, para parents-lah yang tahu hukumannya.
      
     2. Dukung setiap hobinya.
Main game, hobi nggak sih? Iya, main game juga termasuk hobi loh. Dari pengalamanku sih, game juga terbukti bisa menambah kosa kata bahasa Inggris loh. Dengan mempelajari bahasa-bahasa tersebut bisa mempermudah dalam bahasa pemrograman nantinya. Digitalisasi 4.0 menuntut pada Modern area, banyak inovasi-inovasi baru jika kita banyak mengenal bahasa computer atau program. Gitu temen-temen.
       Eits But, batasi penggunaannya. Paling nggak 1-2 jam istirahat berturut-turut setelah penggunaan Handphone, Gadget, video game atau yang berkaitan dengan elektronika. Karena sinar radiasinya tidak aman jika terus berpacu dengan mata kita. Kecuali alat yang dilapisi oleh Anti Radiasi. Demi kesehatan kalian sendiri loh guys.
 gimana kalo hobi lainnya?
Kalo hobi lainnya, bisa kok. Melukis, bisa dengan mengadakan pameran via online melalui Live Streaming atau siaran langsung. Menyanyi, banyak ajang yang bisa diikuti untuk menunujukkan potensi, memasak juga bisa berjualan via online, dan banyak contoh lainnya. 
Sebenarnya, teknologi di era 4.0 akan menjadi multi-guna apabila digunakan dengan baik dan benar. 

3. Jangan Memaksakan Potensi dan Tetap Jaga Keharmonisan Keluarga
     Psikis juga perlu di pertimbangkan dalam hal pengembangan remaja. Lebih baik menjadi orang tua yang tegas tapi enjoy, daripada menjadi orang tua yang over dan suka menekan. Apapun potensi yang dimiliki oleh anak, harus lebih digali, dan dikembangkan. 

     Keluarga juga termasuk organisasi yang harus ada kerjasama di dalamnya jika ingin adanya sebuah keselarasan dalam kehidupan. Hanya saja, disini Ketuanya adalah Ayah selaku Kepala Rumah Tangga. Ibu sebagai BPH atau Badan Pengurus Harian, dan anak anak adalah anggota yang harus tetap terkoordinir dengan ketua maupun BPH. 


Hasil gambar untuk keluarga basis teknologi


                                             pict by : edukasi.kompas.com

Mungkin sekian dulu artikel singkat mengenai Remaja ABG Smart, and 4.0 Doing Start
 
Jangan lupa mampir buat komentar...